Mendikdasmen Tekankan Penguasaan AI Harus Disertai Kompetensi dan Keadaban Digital
TIMES Madura/Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen Tekankan Penguasaan AI Harus Disertai Kompetensi dan Keadaban Digital

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan penguasaan kecerdasan buatan dalam pendidikan harus dibarengi kompetensi dan keadaban digital agar tidak menimbulkan persoalan sosial baru.

TIMES Madura,Minggu 25 Januari 2026, 13:56 WIB
292.1K
A
Antara

JAKARTAMenteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dibarengi dengan kompetensi serta keadaban digital dalam proses transformasi pendidikan nasional.

“Kecerdasan artifisial kini telah menjadi bagian dari peradaban manusia. Namun, kita tidak cukup hanya memiliki digital competence. Penguasaan teknologi itu harus diiringi dengan digital civility atau keadaban digital. Tanpa etika, pemanfaatan AI justru berpotensi melahirkan persoalan sosial baru,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan AI telah memengaruhi hampir seluruh sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, riset, dunia kerja, hingga cara manusia memperoleh dan mengolah pengetahuan.

Sejumlah kajian global menunjukkan, meskipun AI berpotensi menggantikan beberapa jenis pekerjaan, teknologi ini pada saat yang sama juga membuka peluang-peluang baru.

“Yang terdampak adalah mereka yang tidak menguasai teknologi. Sebaliknya, mereka yang menguasai AI akan semakin berdaya. Karena itu, pendidikan memiliki peran strategis untuk memastikan generasi muda tidak tertinggal,” kata Mu’ti.

Menurutnya, AI pada dasarnya bekerja dengan menghimpun, mengolah, dan merangkum data yang diunggah manusia. Oleh sebab itu, persoalan kebenaran dan validitas informasi menjadi tantangan yang sangat krusial.

Jika data yang dimasukkan tidak akurat atau tidak etis, maka keluaran AI juga berpotensi menyesatkan.

“AI bisa sangat cerdas, tetapi tidak memiliki hati dan kesadaran moral. Tanggung jawab manusialah untuk memastikan bahwa apa yang diunggah, diproduksi, dan disebarkan melalui AI adalah sesuatu yang benar dan baik,” tegasnya.

Ia juga menyoroti maraknya praktik manipulasi digital, seperti pemalsuan gambar, suara, dan narasi, yang berpotensi merusak reputasi seseorang. Di era scroll society, ketika masyarakat cenderung mengonsumsi informasi secara cepat dan dangkal, konten semacam ini mudah dipercaya dan disebarluaskan.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mengintegrasikan AI dan coding sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah, dimulai dari kelas V sekolah dasar (SD).

Kebijakan tersebut dirancang secara bertahap agar sejalan dengan kesiapan guru serta infrastruktur satuan pendidikan.

Mu’ti menambahkan, pendidikan karakter dan nilai tetap menjadi fondasi utama, termasuk dalam pembelajaran berbasis AI. Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri, melainkan terintegrasi dalam seluruh proses pembelajaran dan budaya sekolah. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Tim Redaksi

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Madura, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.