Pendidikan

NU Dukung Nadiem Makarim Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Jumat, 01 Oktober 2021 - 12:14
NU Dukung Nadiem Makarim Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Mendikbud Ristek RI, Nadiem Makarim (Foto: antarafoto)

TIMES MADURA, JAKARTA – Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU), KH. Abdul Ghaffar Rozin, mendukung (Mendikbudristek) Nadiem Makarim gelar proses pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. 

Ketua penyelenggara sekolah dan pesantren yang bernaung di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut mengaku sejalan dengan pandangan Nadiem Makarim. Selama ini anak-anak memiliki kebuntuan cara berpikir selama mengikuti pembelajaran online.

Dia menambahkan, jika dibiarkan begitu saja maka mereka akan menjadi korban pandemi yang merusak generasi muda. Kata dia, sekolah dan pesantren siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mendukung metode belajar itu.

"Hampir seluruh kegiatan santri sejak bangun tidur dilakukan secara berkelompok. Mereka tidak terbiasa dengan pembelajaran online dan Menag prinsip pesantren begitu, tidak mengizinkan santri terlalu banyak bermain HP. Kami sangat mendukung PTM," ujar Gus Rozin di Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Gus Rizin menegaskan pandemi membuat hampir 24.000 pesantren yang dinaungi RMI NU mengubah tradisi berabad-abad itu. Sebagian santri terpaksa diliburkan sehingga proses pendidikan tidak berjalan baik. Sebab, proses pendidikan di pesantren, terutama soal akhlak dan budi pekerti, dilakukan lewat pembiasaan sehari-hari di lingkungan pesantren. Pendidikan akhlak dan budi pekerti memerlukan proses pembelajaran tatap muka agar optimal. 

"Proses belajar dengan interaksi langsung guru dan murid juga akan lebih meningkatkan pemahaman murid. Kepatuhan pada protokol kesehatan juga diterapkan di hampir 22.000 lembaga pendidikan Ma'arif, jaringan sekolah yang berafiliasi dengan NU," imbuhnya.

Sebagai informasi, RMI NU beranggotakan hampir 24.000 persantren, sementara LPI Ma'arif menaungi hampir 22.000 sekolah. Gus Rozin mengatakan, RMI bersama seluruh elemen NU terus berusaha menerapkan protokol kesehatan untuk mendukung pembelajaran tatap muka secara terbatas di lingkungan pesantren. 

"RMI NU tidak ingin pesantren menjadi pusat penyebaran baru Covid-19. Tapi tradisi pesantren selama ratusan tahun menggelar pendidikan secara tatap muka dan berkelompok," ucap Gus Rozin. (*)

 

Pewarta : Edy Junaedi Ds
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Madura just now

Welcome to TIMES Madura

TIMES Madura is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.