TIMES MADURA, JAKARTA – Rusia menegaskan akan terus menggunakan semua cara yang tersedia untuk mencairkan aset-asetnya yang dibekukan oleh negara-negara Barat. Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Kamis (21/1/2026), sebagai respons dari rencana pengalokasian dana US$1 miliar (sekitar Rp16,9 triliun) dari aset beku tersebut untuk Dewan Perdamaian.
“Kami akan melanjutkan berjuang dalam kondisi apa pun dan akan membela hak-hak kami. Kami akan terus menggunakan semua cara yang memungkinkan untuk memastikan aset-aset ini dapat dicairkan,” tegas Peskov kepada wartawan.
Sebelumnya, Presiden Vladimir Putin menyatakan kesiapan Rusia mengalokasikan US$1 miliar dari aset yang dibekukan untuk tujuan kemanusiaan dalam kerangka Dewan Perdamaian. Namun, Peskov menekankan bahwa langkah ini tidak berarti Rusia menyerah dalam upaya memulihkan seluruh asetnya.
“Kesiapan Rusia untuk mengalokasikan dana tersebut bagi tujuan kemanusiaan dalam kerangka Dewan Perdamaian tidak berarti Moskow telah kehilangan harapan untuk memulihkan aset-asetnya yang dibekukan,” jelasnya.
Peskov juga menyebut bahwa rincian hukum pengalokasian dana tersebut masih perlu diklarifikasi dan memerlukan sejumlah tindakan dari Amerika Serikat. Isu ini rencananya akan dibahas Putin dalam pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Kamis ini.
Latar Belakang Pembekuan Aset
Pada 12 Desember 2025, Dewan Uni Eropa memutuskan menerapkan larangan sementara pemindahan aset milik Bank Sentral Rusia yang dibekukan di dalam blok tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai tindakan darurat untuk membatasi dampak ekonomi akibat konflik di Ukraina.
Aset yang dibekukan diperkirakan bernilai sekitar 210 miliar euro (setara Rp4.100 triliun), dengan sebagian besar (190 miliar euro) disimpan di Euroclear, perusahaan jasa keuangan berbasis di Belgia. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Rusia Tak Akan Berhenti Upaya Cairkan Aset yang Dibekukan Barat, Siap Alokasikan US$1 Miliar untuk Dewan Perdamaian
| Pewarta | : Antara |
| Editor | : Faizal R Arief |