Menag RI: Jadikan Masjid Ruang Aman untuk Pemudik
TIMES Madura/ILUSTRASI: Masjid didorong menjadi oase kemanusiaan bagi para pemudik tanpa memandang latar belakang (FOTO: Dok, TIMES Indonesia)

Menag RI: Jadikan Masjid Ruang Aman untuk Pemudik

Menag mendorong agar pengurus masjid tidak hanya membuka untuk ibadah atau istirahat saja. Tetapi, dapat juga memberikan hidangan buka puasa bagi mereka yang menepi.

TIMES Madura,Senin 9 Februari 2026, 19:59 WIB
20.9K
A
Antara

JAKARTAMenteri Agama RI (Menag RI), Nasaruddin Umar meminta jajarannya untuk menggerakkan rumah ibadah di jalur mudik, agar menjadi oase kemanusiaan yang memberikan kenyamanan bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

“Kami mengimbau daerah-daerah yang dilawati para pemudik, ada sekitar 6 ribu masjid di seluruh Indonesia itu supaya nanti hari-hari tertentu, baik itu hari mudik nasional ataupun mudik keagamaan, itu dibuka,” ujar Menag dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Menag Nasaruddin Umar mengatakan Ramadan harus menjadi momentum penguatan ibadah yang dibarengi dengan empati dan solidaritas sosial lintas unsur masyarakat.

Bahkan, ia mendorong agar pengurus masjid tidak hanya membuka untuk ibadah atau istirahat saja. Tetapi, dapat juga memberikan hidangan buka puasa bagi mereka yang menepi.

“Bahkan, kalau perlu pada mudik Lebaran nanti, para pengurus masjid itu bukan saja membuka pintunya, tetapi memberikan buka puasa terhadap jamaah yang mungkin mampir,” kata dia.

Menag mengingatkan esensi agama adalah mencintai sesama. Prinsip kemanusiaan universal (humanity) menjadi fondasi dalam memberikan bantuan sosial, terutama di bulan suci.

"Jangan melihat agamanya orang yang kehausan dan kelaparan. Artinya, agama apapun yang sedang kelaparan itu, beri makan," kata Imam Besar Masjid Istiqlal itu.

"Allah memuliakan anak cucu Adam, Tuhan tidak mengatakan memuliakan orang Islam (saja), tidak. Siapapun merasa anak cucu Adam, apapun agamanya, etniknya, warna kulitnya, beri bantuan," sambungnya.

Ia juga mengajak umat beragama untuk saling menghargai ruang publik, termasuk mengimbau pemilik pusat perbelanjaan untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah dengan layak dan menciptakan suasana yang sejuk bagi mereka yang berpuasa.

"Saya mohon kepada pimpinan umat beragama, mari kita bersosialisasi untuk hal yang positif. Jadikan agama itu sebagai motivasi untuk mencintai orang sekalipun berbeda-beda agama. Itulah orang yang beragama, yang sejati," kata Menag RI. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Tim Redaksi