TIMES MADURA, JAKARTA – Di tengah melimpahnya pilihan makanan modern, menentukan nutrisi mana yang benar-benar penting sering kali menjadi tantangan. Namun, riset nutrisi global menunjukkan bahwa beberapa bahan pangan sederhana justru menyimpan dampak kesehatan yang signifikan. Salah satunya adalah almond.
Dikutip dari BBC, peneliti gizi yang menganalisis lebih dari 1.000 bahan pangan mentah menemukan bahwa almond masuk dalam kelompok makanan dengan keseimbangan nutrisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh. Kacang ini kaya akan asam lemak tak jenuh tunggal, vitamin E, serta sejumlah mineral penting yang berperan dalam menjaga metabolisme dan kesehatan kardiovaskular.
Sejumlah studi menunjukkan konsumsi almond secara rutin berpotensi membantu pengelolaan diabetes tipe 2 serta menurunkan risiko penyakit jantung. Efek tersebut terutama terkait dengan kemampuannya menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Dalam sebuah penelitian terhadap 77 orang dewasa dengan faktor risiko penyakit kronis (seperti tekanan darah tinggi) peserta diminta mengonsumsi almond setara 320 kalori per hari selama 12 minggu. Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi almond mengalami penurunan kolesterol LDL, perbaikan kesehatan saluran cerna, serta penurunan indikator peradangan dibandingkan kelompok kontrol yang mengonsumsi biskuit.
Temuan serupa muncul dari studi tahun 2022 yang melibatkan 87 responden. Mereka diminta mengonsumsi almond utuh, almond yang digiling, atau muffin setiap hari selama empat minggu. Kelompok pemakan almond menunjukkan peningkatan asupan serat, kalium, serta asam lemak tak jenuh tunggal secara signifikan.
Yang menarik, peneliti juga menemukan peningkatan kadar butirat—asam lemak rantai pendek yang menjadi sumber energi utama sel-sel dinding usus besar. Butirat berperan penting dalam menjaga kekuatan lapisan usus, mendukung pertumbuhan mikrobiota baik, serta meningkatkan penyerapan nutrisi.
Dampak praktisnya pun terasa. Konsumen almond utuh tercatat mengalami peningkatan frekuensi buang air besar hingga 1,5 kali per minggu dibanding kelompok lain—indikator sederhana namun penting dari kesehatan pencernaan.
Temuan-temuan ini mempertegas bahwa almond bukan sekadar camilan, melainkan komponen strategis dalam pola makan sehat berbasis bukti ilmiah. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Alasan untuk Lebih Sering Makang Kacang Almond
| Pewarta | : Rochmat Shobirin |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |