36 PCNU Jatim Temui Gus Yahya, Program Digdaya Dinilai Efisien
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf berdialog dengan 36 pengurus cabang NU se-Jawa Timur dalam forum silaturahmi dan evaluasi organisasi di Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Bangkalan, Senin (4/5/2026). (Foto: Istimewa)

36 PCNU Jatim Temui Gus Yahya, Program Digdaya Dinilai Efisien

36 PCNU se-Jatim temui Ketum PBNU Gus Yahya di Bangkalan, 4/5/2026. Evaluasi program Digdaya yang dinilai efisien untuk tata kelola NU. Gus Yahya tegaskan fokus transformasi, kaderisasi, dan digitalisasi.

TIMES Madura,Selasa 5 Mei 2026, 11:45 WIB
1.6K
Y
Yusuf Arifai

BANGKALANSebanyak 36 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jawa Timur bertemu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah, Bangkalan, Senin (4/5). Dalam pertemuan itu, para pengurus cabang menilai program Digdaya membawa efisiensi tata kelola organisasi.

Pertemuan tersebut menjadi forum silaturahmi sekaligus evaluasi menjelang akhir masa jabatan periode pertama Gus Yahya.

Dalam forum itu, Gus Yahya menyebut pertemuan tersebut sebagai sesi “nyicip LPJ” atau laporan pertanggungjawaban atas kepemimpinannya selama ini.

Ia menjawab sejumlah isu yang berkembang, mulai dari capaian program prioritas PBNU hingga tudingan sensitif yang diarahkan kepadanya.

“Apa yang saya kerjakan di PBNU sesuai dengan janji saya saat ‘melamar kerja’ jadi Ketua Umum PBNU dulu, yakni transformasi organisasi, kaderisasi, digitalisasi, reposisi, dan peran global,” ujarnya, ditulis Selasa (5/5/2026)

Gus Yahya menjelaskan, program Digdaya (Digitalisasi Data dan Layanan dalam Tata Kelola NU) ditargetkan menjangkau hingga level ranting pada akhir periode kepemimpinannya.

“Seharusnya Digdaya sudah sampai ke level ranting. Jika sudah terkonsolidasi hingga ke ranting, kita akan bisa mengorganisir masyarakat lebih efektif,” katanya.

Menurut dia, target tersebut belum sepenuhnya tercapai karena adanya berbagai dinamika internal yang menghambat proses implementasi.

Sejumlah ketua PCNU yang hadir mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.

Ketua PCNU Blitar Kiai Muqorobin menilai Digdaya membuat tata kelola organisasi lebih efisien, terutama dalam aspek administrasi.

“Berkat Digdaya, semua jadi efisien. Tidak lagi keluar biaya-biaya yang tidak perlu,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua PCNU Pamekasan Kiai Mukhlis Nasir.

“Ini sangat luar biasa, meski tetap ada hal yang harus terus diperbaiki,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, Gus Yahya juga menanggapi tudingan dirinya sebagai agen zionis.

“Kalau soal agen zionis, saya belum apa-apa dibanding Gus Dur. Tapi saya tegaskan kepada Netanyahu, saya bilang, kita tidak bisa kerja sama sampai Palestina benar-benar merdeka,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemahaman terhadap cara berpikir aktor-aktor global, termasuk pihak yang berseberangan, diperlukan agar NU mampu mengambil posisi strategis dalam mendorong solusi atas persoalan Palestina. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Yusuf Arifai
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Madura, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.