TIMES MADURA, JAKARTA – Ribuan warga Jerman dan Prancis, Sabtu (7/2/2026) kemarin berunjukrasa mengecam Israel atas kejahatan genosidanya terhadap warga Palestina di Gaza.
Di Jerman, ribuan warga di kota Berlin berunjukrasa secara besar-besaran untuk mendukung Palestina dan mengutuk kejahatan Israel, yang diadakan dengan mengusing slogan "Hentikan Genosida".
Para pengunjukrasa itu berkumpul di distrik Wedding, Berlin dan kemudian bergerak ke Lapangan Leopold, dengan meneriakkan slogan-slogan solidaritas terhadap Gaza.
Para pengunjukrasa itu membawa spanduk dengan slogan-slogan yang menuntut diakhirinya genosida yang dilakukan oleh Israel di Gaza dan menyerukan kebebasan bagi rakyat Palestina.
Para pengunjukrasa di Berlin, Jerman mengecam dukungan berkelanjutan Jerman terhadap Israel.
Mereka mengecam atas dukungan yang diberikan oleh otoritas Jerman kepada Israel, terutama di bidang persenjataan, terlepas dari kejahatan yang dilakukan Israel di Palestina.
Di bawah pengamanan ketat, pasukan polisi Jerman turun tangan dan berusaha membubarkan para pengunjukrasa di Lapangan Leopold, dan telah menangkap setidaknya 4 orang.
Di Prancis, demonstrasi serupa juga terjadi untuk merespons terhadap seruan dari berbagai asosiasi dan organisasi, dengan ratusan demonstran berpartisipasi untuk menyatakan protes mereka terhadap diskriminasi dan penindasan yang dialami oleh rakyat Palestina, Sudan, dan Venezuela .
Para pengunjukrasa menegaskan solidaritas mereka untuk rakyat Palestina, Sudan, dan Venezuela, sambil mengangkat spanduk bertuliskan slogan-slogan seperti "Boikot Israel" dan membawa bendera Palestina dan Venezuela.
Kedua demonstrasi tersebut terjadi pada saat Israel terus menerus setiap hari melakukan penyerangan dan pembunuhan dengan melanggar perjanjian gencatan senjata di Gaza, yang berlaku sejak Oktober 2025.
Pelanggaran yang dilakukan Israel hingga saat ini ini telah membunuh 576 warga Palestina. Selain itu Israel juga mencegah masuknya bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang telah disepakati ke Gaza.
Solidaritas untuk Demonstran Iran
Ribuan orang juga ada yang berunjukrasa di Berlin, Jerman sebagai bentuk solidaritas dengan para pengunjukrasa di Iran. Sekitar 8.000 orang berkumpul di Gerbang Brandenburg Berlin pada pukul 13.00 GMT, kata polisi Berlin kepada Reuters, menambahkan bahwa 20.000 orang telah mendaftar untuk hadir.
Ribuan orang berdemonstrasi di Berlin Sabtu kemarin ada yang mendukung pemberontakan pengunjukrasa nasional Iran, bertepatan dengan peringatan revolusi anti-monarki Iran tahun 1979.
Shahin Gobadi, anggota komite urusan luar negeri Dewan Nasional Perlawanan Iran (NCRI), mengklaim jumlah massa mencapai 100.000 orang, dan mengatakan ribuan orang tidak bisa melakukan perjalanan ke Berlin karena penerbangan dibatalkan karena cuaca
Mantan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo bergabung dalam acara tersebut secara daring setelah penerbangannya dibatalkan.
Acara ini didukung oleh 344 organisasi dan tokoh politik, termasuk kelompok persahabatan parlemen untuk Iran, serikat pekerja, dan aktor masyarakat sipil di tingkat nasional dan lokal dari beberapa negara Eropa, serta 312 asosiasi Iran di Eropa, menurut penyelenggara.
"Pesan rakyat Iran dan Perlawanan mereka telah dan tetap sama: tidak ada konsesi, tidak ada perang atau intervensi asing, perubahan rezim dan kedaulatan republik rakyat, oleh rakyat dan perlawanan terorganisir mereka," kata Maryam Rajavi, presiden terpilih Dewan Nasional Perlawanan Iran dalam unjuk rasa di Berlin, Jerman itu. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Jerman dan Prancis Gelar Unjuk Rasa Kecam Israel
| Pewarta | : Widodo Irianto |
| Editor | : Ronny Wicaksono |